Selasa, 18 Januari 2011

Istri Shalihah


Dikisahkan 14 abad silam yang lalu. seorang lelaki menitip pasan kepada istrinya untuk tidak meninggalkan rumah sampai ia pulang dari sebuah peperangan. istrinya pun dengan sangat ikhlas menerimah amanah dari sang suaminya. dan sang suami pun berlalu meninggalkan rumah.

Selang beberapa hari kemudian, datanglah seorang wanita paru bayah bertamu ke rumah lelaki tersebut untuk menemui istri dari suami tersebut dan bermaksud menyampaikan informasi. "assalamu'alaikum" salam dari wanita itu "maaf ibu Anda sakit, sudihkah Anda untuk menjenguknya" lanjut wanita paru bayah itu. "wa'alaikumsalam" jawab sang istri "maaf pula suami saya mengamanahkan saya untuk tidak meninggalkan rumah sampai ia pulang dari perang" lanjutnya pula. wanita itu pun kembali berlalu.

Di hari selanjutnya, wanita itu pun kembali mendatangi istri suami tersebut dan memberikan informasi yang sama tetapi kali ini ibu sang istri sakit parah dan hampir meninggal {sekarat}. kemudian istri dari suami itu kembali mengatakan dengan jawaban yang sama bahwa ia akan menjaga amanah dari suaminya, dan menitipkan salam dan do'a kepada ibundanya.

Di hari kemudian, wanita paru bayah itu kembali menemui istri suami tersebut dan membawakan berita duka bahwa ibunda sang istri telah meninggal dunia. tetapi sang istri pun tetap pada pendirian dari amanah sang suami bahwa ia tak akan keluar dari rumah setelah kepulangan suaminya dari peperangan. kumudian ia pun mendo'akan ibundanya yang tercinta agar diberikan sebaik-baik tempat di sisi_Nya.

Dan akhirnya, wanita itu pun melaporkan perkara yang ia alami kepada Rasulullah shollollaahu 'alaihi wasallam. dan tahukah Anda apa yang dikatakan oleh Rosulullah 'alaihi wasallam......"ketahuilah wahai fulanah., bahwa dosa-dosa ibunda sang istri ini telah diampuni dan memperoleh syurga di sisi Allah kerana ia memiliki Anak yang sholehah dan berbakti kepada suaminya".

“Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada isterinya, dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

(Al-Baqarah : 228)